GBHO

GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI (GBHO)

KELUARGA  BESAR MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

 

BAB I
PENDAHULUAN

Suatu organisasi pada dasarnya merupakan sistem kerja yang diantara komponen-komponen pembentuknya terjalin secara harmonis, sehingga dibutuhkan arah penyelenggaraan organisasi dalam bentuk Garis-garis Besar Haluan Organisasi, yang memuat konsepsi penyelenggaraan organisasi yang menyeluruh untuk membangun dan mengembangkan potensi mahasiswa di segala bidang.

  1. Pengertian

Garis-garis Besar Haluan Organisasi adalah haluan organisasi tentang penyelenggaraan organisasi dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak mahasiswa secara menyeluruh dan terpadu yang ditetapkan melalui kongres KBM FEB guna mewujudkan akademis islam yang berakhlak mulia dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa dan negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

  1. Maksud dan Tujuan

Garis-garis Besar Haluan Organisasi ditetapkan dengan maksud memberikan arah penyelenggaraan organisasi dengan tujuan untuk memberikan dasar-dasar penyelenggaraan organisasi secara umum, guna pencapaian tujuan organisasi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan.

  1. Landasan

Garis-garis Besar Haluan Organisasi disusun atas dasar landasan Pendidikan Perguruan Tinggi, Kaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta landasan konstitusional Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KBM UAD Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.

  1. Sistematika

Naskah Garis-garis Besar Haluan Organisasi ini disusun menurut sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
BAB II KONDISI UMUM
BAB III VISI DAN MISI
BAB IV ASAS DAN TUJUAN
BAB V KAIDAH PELAKSANAAN
BAB VI MEKANISME ORGANISASI
BAB VII PENUTUP

BAB II
KONDISI UMUM

Globalisasi patut mendapatkan perhatian khusus. Kata globalisasi itu sendiri dalam penggunaannya tidak mengandung konsep tertentu. Persoalannya tidak sekedar penggunaan kata yang bersentuhan dengan sisi intelektual, penggunaan istilah yang kabur maknanya itu merupakan tabir yang efektif untuk menutup sebab dan akibatnya.

Globalisasi terbagi menjadi dua macam, positif dan negatif. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa globalisasi memberikan banyak pengaruh positif. Namun yang jarang kita sadari adalah dampak negatif yang sebenarnya sangat mempengaruhi kearifan lokal yang selama ini kita junjung tinggi. Dengan globalisasi kita lebih mudah mengakses informasi yang dapat mempengaruhi ti ngkah laku, cara pandang, gaya berpikir yang bertentangan dengan nilai etika, budaya, dan agama. Dengan gencarnya pengaruh pasar atau iklan, menyebabkan masyarakat lebih cenderung konsumtif dan mengutamakan gaya hidup barat. Sedangkan bagi paham liberal menjadikan kaum muda mendefinisikannya seperti dunia barat, yang pada akhirnya menjadi sekuler, sehingga nilai agama, norma dan budaya lokal terancam olehnya. Keadaan tersebut pada akhirnya akan menjurus pada kepuasan lahiriyah (pleasure), egoisme, dan hedonisme.

Dalam sistem sosial dan kebudayaan, globalisasi melahirkan budaya instan dan popular culture, ekspos dan dominasi peran media telah mampu mempengaruhi dan membentuk opini publik. Semuanya telah merubah cara pandang dan kerangka berpikir menjadi pragmatis, memikirkan kepentingan pribadi agar cepat mencapai tujuan tanpa upaya maksimal, dan tanpa disadari hal tersebut perlahan-lahan mengakibatkan kesenjangan yang terstruktur. Selanjutnya dalam sektor keagamaan, dewasa ini paradigma yang melekat adalah bahwa agama kurang sesuai dengan realitas karena lebih bersifat ilahiyah, akibatnya agama hanya dianggap sebagai rutinitas dan ritual semata, padahal pada kenyataannya ajaran agama dapat menjawab dan merespon realitas sosial dan bersifat universal. Demikianpun sistem pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak luput dari target kaum kapitalis yang dibawa oleh globalisasi,  dimana hanya meletakan peserta didik sebagai obyek dan tidak lebih dari input proses industrialisasi dan komersialisasi pendidikan sehingga menjadikan peserta didik kurang memiliki kepedulian yang utuh serta kemampuan yang berpengaruh terhadap intelektual yang handal.

Berdasarkan penjabaran tersebut, maka lahirlah gagasan reformasi kultural yang arah geraknya bersifat kritis-transformatif yang berarti perubahan secara drastis dan sistematis yang meliputi aspek diri, dan struktur beserta sistemnya, serta dilakukan secara partisipatoris. Harapannya dengan gagasan reformasi kultural tesebut mahasiswa ekonomi dan bisnis UAD bisa menjalankan peran dan fungsinya secara maksimal khususnya ketika berada di dalam organisasi mahasiswa, sehingga mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai agent of change, social control, dan iron stock.

 

BAB III
VISI DAN MISI

  1. Visi

Menjadi fakultas yang unggul dalam bidang eknomi, bisnis, dan entrepreneurship, berdaya saing global dan berlandaskan pada nilai-nilai ke-Islaman.

  1. Misi

Untuk mewujudkan visi, maka ditetapkan misi sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sebagai bentuk transfer pengetahuan antar generasi.
  2. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan dan pendalaman bidang disiplin ilmu: ekonomi, bisnis, dan entrepreneurship.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pengimplementasian layanan stake holders bidang: ilmu ekonomi, bisnis, dan entrepreneurship.
  4. Meningkatkan kinerja potensi SDM Fakultas guna mewujudkan masyarakat akademika yang mampu mengimplementasikan ilmu dalam bidang ekonomi dan bisnis.
  5. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak menuju Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berwawasan global.
  6. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan keislaman sebagai basis dan landasan pengembangan ilmu dan kehidupan akademika yang islami.
  7. Meningkatkan pelayanan kepada stakeholders secara optimal

 

BAB IV
ASAS
DAN TUJUAN

  1. Asas
  2. Asas Kaderisasi

Bahwa dalam menjalankan organisasi harus selalu memperhatikan regenerasi kader sebagai gardu terdepan dalam menjalankan visi dan misi KBM FEB UAD.

  1. Asas Ketaqwaan

Bahwa pengembangan organisasi kemahasiswaan mengarah kepada terbentuknya mahasiswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

  1. Asas Mobilitas

Bahwa dalam menjalankan organisasi harus mampu memberikan peluang dan ruang daya gerak secara vertical dan horizontal, sehingga tercipta kondisi yang kondusif dalam suasana dialogis, perspektif dan dinamis yang positif .

  1. Asas Manfaat

Bahwa segala kegiatan dan usaha organisasi baik didalam maupun diluar fakultas harus dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan kualitas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai insan akademisnya.

  1. Asas Kekeluargaan

Sejalan dengan aspirasi mahasiswa dalam meraih cita-citanya maka organisasi ini merupakan usaha bersama yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan khususunya Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD dan semua mahasiswa UAD pada umumnya.

  1. Asas Demokrasi

Bahwa dalam menentukan kebijakan serta penanganan masalah yang timbul, Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD senantiasa berusaha semaksimal mungkin dengan jalan musyawarah untuk mufakat yang dijiwai oleh ukhuwah islamiyah.

  1. Asas profesionalisme

Dalam menjalankan organisasi yang merupakan sarana pengembangan kemahasiswaan, KBM FEB UAD dituntut untuk disiplin, komitmen, bertanggung jawab dan profesional.

 

  1. Tujuan

Tujuan KBM FEB UAD adalah mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia, kreatif, dan dinamis dalam bidang kemahasiswaan, keagamaan, kemasyarakatan dalam rangka mencapai tujuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Pendidikan Tinggi.

 

BAB V
KAIDAH PELAKSANAAN

Garis-garis Besar Haluan Organisasi yang ditetapkan pada kongres KBM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, harus menjadi arah penyelenggaraan organisasi bagi setiap elemen organisasi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD.

Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  1. Fungsi
    • Advokasi, yaitu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
    • Controlling/Pengawasan, yaitu melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan KBM FEB UAD, dan kebijakan BEM FEB
    • Legislasi atau Regulasi, yaitu membentuk, menetapkan serta mengesahkan peraturan dan perundang-undangan.
  2. Tugas dan Wewenang
    • Membentuk Peraturan dasar FEB UAD, mematuhi dan mentaati AD/ART KBM UAD.
    • Melaksanakan pengawasan terhadap:
  1. Pelaksanaan Peraturan KBM FEB UAD.
  2. Kebijakan KBM FEB UAD.
  • Mengakomodasi dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
  • Menyelenggarakan kongres KBM FEB UAD.
  • Melaksanakan hal-hal yang ditetapkan dalam kongres KBM FEB UAD.
  • Mengevaluasi program kerja dan meminta pertanggungjawaban BEM FEB.
  1. Hak dan Kewajiban
  • DPM FEB dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mempunyai hak:
    1. Interpelasi, yaitu meminta keterangan kepada Gubernur BEM dan komponen organisasi KBM FEB UAD lainnya.
    2. Angket, yaitu melakukan penyelidikan dan menggali aspirasi mahasiswa.
    3. Petisi, yaitu mengusulkan kegiatan kepada Gubernur Mahasiswa dan komponen organisasi KBM FEB UAD lainnya.
  • Setiap anggota DPM FEB berkewajiban menjalankan fungsinya sebagai lembaga perwakilan mahasiswa serta tunduk kepada aturan yang berlaku.

 

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa
    1. Fungsi
      • Eksekutif, yaitu sebagai pelaksana pemerintahan mahasiswa.
      • Koordinatif, yaitu sebagai upaya untuk membangun koordinasi seluruh komponen organisasi KBM FEB UAD.
    2. Tugas dan Wewenang
  • Mematuhi dan mentaati AD/ART KBM UAD, serta aturan yang berlaku lainnya.
  • Melaksanakan hasil kongres KBM FEB UAD.
  • Melakukan rekruitmen dan menyusun pengurus BEM FEB UAD.
  • Menyusun dan melaksanakan program kerja.
    1. Hak dan Kewajiban
      • Melaporkan pertanggungjawaban program kerja yang dijalankan kepada DPM FEB UAD.
      • Melaksanakan program kerja yang sudah disusun.
      • Menyatakan pendapat.
      • Setiap anggota BEM FEB berkewajiban menjalankan fungsinya sebagai lembaga eksekutif mahasiswa serta tunduk kepada aturan yang berlaku.

 

 

BAB VI
MEKANISME
ORGANISASI

  1. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  1. Ketua:
    • Mengkoordinasi, membahas, menindaklanjuti, dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program kerja DPM FEB secara umum.
    • Memenuhi kebijakan terakhir dalam pengambilan keputusan organisasi.
    • Bersama dengan pengurus harian dalam mengambil keputusan dan dikonfirmasikan kepada semua anggota komisi.
    • Menyampaikan progress report pada akhir masa jabatan kepada peserta kongres dan ditanggapi oleh peserta kongres mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  2. Sekretaris
    • Membantu tugas ketua apabila ketua dan wakil berhalangan.
    • Melakukan pengelolaan terhadap inventaris dan aktivitas serta surat-menyurat organisasi.
    • Meningkatkan dan menertibkan pengelolaan administrasi organisasi.
  3. Bendahara
    • Mengatur keluar masuknya dana atau menertibkan dana organisasi.
    • Menyusun laporan keuangan dan dilaporkan kepada ketua.
  4. Komisi A : Advokasi
  • Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
  • Sebagai media antara pihak dekanat dengan mahasiswa
  1. Komisi B: Pengawasan Controlling

Komisi B merupakan komisi yan memiliki peranan penting:

  • Merancang sistem penilaian proposal dan laporan pertanggungjawaban BEM FEB
  • Menyusun rancangan prosedur pengawasan BEM FEB UAD;
  • Merancang dan merekomendasi penerimaan ataupun penolakan program kerja, rencana anggaran, serta laporan pertanggungjawaban Gubernur BEM FEB UAD;
  • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program kerja BEM FEB UAD;
  • Mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan meminta pertanggungjawaban BEM FEB UAD;
  • Membuat kuisioner hasil kerja kepada BEM FEB
  1. Komisi C: Legislasi/ Regulasi

1). Membentuk, menetapkan serta mengesahkan peraturan dan perundang-undangan KBM FEB UAD

2). Mengajukan rencana perubahan peraturan dan perundang-undangan KBM FEB UAD, yang selanjutnya akan dibahas dan disepakati dalam kongres FEB UAD

 

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  1. Gubernur

Menciptakan pimpinan yang kuat dan progresif yang meliputi pengelolaan kepemimpinan dan manajemen serta penataan mekanisme organisasi.

  1. Wakil Gubernur

Membantu tugas gubernur sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan maksimal.

  1. Sekretaris
  • Membantu tugas gubernur apabila gubernur dan wakil gubernur berhalangan.
  • Melakukan pengelolaan terhadap inventaris dan aktivitas serta surat-menyurat organisasi.
  • Meningkatkan dan menertibkan pengelolaan administrasi organisasi.
    1. Bendahara
  • Mengatur keluar masuknya dana atau menertibkan dana organisasi.
  • Menyusun laporan keuangan dan dilaporkan kepada ketua.
    1. Departemen Pengembangan dan pengkaderan sumber daya manusia
  • Meneliti dan menelaah perkembangan organisasi di internal BEM.
  • Melakukan penjaringan potensi mahasiswa yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  • Penanggung jawab dalam mengintegritaskan, memelihara, mengarahkan kaderisasi dan pengembangan sumber daya Mahasiswa.

 

 

  1. Departemen Keagamaan

Mengembangkan serta menyeimbangkan nilai-nilai kekeluargaan dan keislaman,  pada setiap elemen yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

  1. Departemen Pengembangan Minat dan Bakat (Seni budaya & Olahraga)
  • Media penjaringan dan pengembangan minat dan bakat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  • Sebagai koordinator dan tanggungjawab komunitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
    1. Departemen Kajian Strategis

Penanggung jawab dalam kegiatan yang berhubungan dengan keilmuan khususnya dalam bidang ekonomi baik teori maupun penerapan dalam rangka meningkatkan kemajuan pemikiran mahasisawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

  1. Departemen Komunikasi dan Informasi

Penanggung jawab media informasi dan bertanggungjawab penuh atas penyampaian informasi baik secara langsung maupun melalui media fisik dan elektronik

  1. Departemen Kemahasiswaan, Sosial, dan Kemasyarakatan

Penanggung jawab dalam usaha BEM FEB dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan melakukan advokasi dalam rangka menunjang kemahasiswaan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengabdian masyarakat dan tanggap dalam menanggapi isu – isu yang terjadi dalam masyarakat,

  1. Internal

Sebagai koordinator, memberi pengarahan, mengawasi, dan bertanggung jawab kepada HMPS untuk menjalin kerjasama.

  1. Departemen Diplomasi Hubungan Eksternal

Sebagai koordinator dalam menjalankan hubungan eksternal BEM FEB UAD.

 

  1. Struktur Organisasi
  2. Struktur Organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa

 

  1. Struktur Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa

 

BAB VII
PENUTUP

Garis-garis Besar Haluan Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan diadakannya revisi pada kongres Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD dan atau sederajat.