GBHK

RANCANGAN GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA (GBHK)

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. DASAR PEMIKIRAN

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh  firman-Nya:

Hendaklah ada sekalian dari kamu, golongan yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf  dan mencegah dari yang munkar.  Mereka itulah golongan yang beruntung ” (AlQur’an, S. Ali-Imran: 104).

Berangkat dari Qur’an S. Ali-Imran : 104 inilah  muncul sebuah gagasan dalam rangka untuk mewujudkan keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang berdaulat, adil dan makmur, kami Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, menyatakan dengan ini perjuangannya untuk membentuk Faklutas yang mampu menciptakan kader-kader bangsa yang unggul dalam bidang ekonomi, bisnis, dan entrepreneurship, berdaya saing global dan berlandaskan pada nilai-nilai ke-Islaman.

Sebagaimana telah tertuang dalam Anggaran Dasar pasal 7, tujuan KBM UAD adalah membentuk Akademisi islam yang berakhlaq mulia, berwawasan luas, mandiri, kreatif dan memiliki rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan untuk mencapai Indonesia yang sejahtera berdaulat adil dan makmur. Dalam hal ini pentingnya pendidikan dalam menginternalisasikan

Pengembangan segala aspek kehidupan kemahasiswaan bertujuan untuk membentuk akademisi Islam yang berakhlak mulia, berwawasan luas, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan untuk mencapai Indonesia yang sejahtera, berdaulat, adil dan makmur, yang dalam pelaksanaannya selalu mempertimbangkan: nilai-nilai intelektualitas,  kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada kaum mustadh’afien.

Dengan mengacu pada dasar pemikiran itulah, disusun arah penyelenggaraan perjuangan dan kegiatan mahasiswa dalam bentuk Garis-garis Besar Haluan Kerja, yang memuat konsepsi pola kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan sebagai penyelenggara pemerintahan untuk mengembangkan tatanan kehidupan kemahasiswaan yang maju sehingga mempunyai peran yang nyata dalam pembangunan kehidupan bangsa sebagaimana yang telah dicita-citakan.

  1. PENGERTIAN
  2. Garis-garis Besar Haluan Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan adalah suatu haluan kemahasiswaan dalam garis-garis sebagai pernyataan kehendak mahasiswa yang pada hakekatnya merupakan suatu pola umum kerja mahasiswa yang di tentukan dalam kongres Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas ahmad Dahlan.
  3. Pola umum kerja Badan Eksekutif Mahasiswa FEB Universitas Ahmad Dahlan merupakan rangkaian program-program kegiatan yang menyeluruh, terarah, dan terpadu yang digunakan selama satu periode kepengurusan
  4. Rangkaian program kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kehidupan kemahasiswaan utuh; yang mempunyai peran sebagai pribadi yang berintelektual yrang kreatif , berwawasan luas, memiliki integritas yang tinggi terhadap kemajuan bangsa dan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
  5. Rangkaian program kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi: 1. Pendidikan dan Pengajaran, 2. Penelitian, dan 3. Pengabdian Masyarakat dalam kehidupan kemahasiswaan.
  6. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud ditetapkannya Garis-garis Besar Haluan Kerja BEM FEB UAD adalah untuk memberikan arah bagi perjuangan mahasiswa untuk mengembangkan segala aspek kehidupan kemahasiswaan. Yaitu terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia, berwawasan luas, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan untuk mencapai Indonesia yang sejahtera, berdaulat, adil dan makmur, yang dalam pelaksanaannya selalu mempertimbangkan: nilai-nilai intelektualitas,  kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada kaum mustad’afien

  1. LANDASAN

Garis-garis Besar Haluan Kerja BEM FEB UAD disusun berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Qaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Statuta UAD dan AD/ART KBM UAD.

  1. POKOK-POKOK PENYUSUNAN DAN PENUANGAN GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA BEM FEB UAD
  2. Untuk memberikan gambaran mengenai wujud masa depan yang diinginkan, maka perlu disusun pola kerja BEM FEB UAD secara sistematis sebagai berikut:
  3. BAB I PENDAHULUAN
  4. BAB II POLA DASAR HALUAN KERJA BEM FEB UAD
  5. BAB III POLA UMUM HALUAN KERJA BEM FEB UAD
  6. BAB IV ARAH, PELAKSANAAN DAN EVALUASI KERJA BEM FEB UAD
  7. BAB V PENUTUP
  8. Isi beserta uraian sebagaimana tersebut dalam No. 1 terdapat dalam naskah Garis-garis Besar Haluan Kerja BEM FEB UAD dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam ketetapan ini

 

BAB II

POLA DASAR HALUAN KERJA BEM FEB UAD

  1. MAKNA DAN HAKEKAT

Pola dasar haluan kerja BEM FEB UAD merupakan landasan filosofis sebagai upaya mewujudkan arah kebijaksanaan yang berkesinambungan dalam rangka mencapai cita-cita sebagaimana termaktub dalam mukaddimah AD/ART KBM UAD.

Pola dasar ini harus dilakukan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap, arah kebijaksanaan dalam pola dasar ini harus didukung oleh seluruh mahasiswa yang diamanatkan kepada BEM FEB UAD.

  1. TUJUAN

Tujuan kebijakan program BEM FEB UAD adalah untuk mengembangkan segala aspek kehidupan kemahasiswaan. Yaitu terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia, berwawasan luas, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan

Adapun yang dimaksud dengan:

          Berakhlak Mulia ialah penerapan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu sikap hidup yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, proFEBsionalitas, rasa bertanggung jawab dan hormat-menghormati atas sesama manusia.

          Berwawasan Luas ialah manusia yang mempunyai pandangan dan pengetahuan luas: yang tercermin dalam sikap kritis, ilmiah dan obyektif untuk terus-menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan umat manusia.

          Mandiri ialah sikap mental manusia yang mempunyai rasa percaya diri, ulet dan pantang menyerah serta selalu berusaha menyelesaikan setiap tugas dan tantangan dengan tidak menggantungkan diri kepada pihak lain.

          Kreatif ialah manusia yang mampu mengembangkan kemampuannya untuk menciptakan kreasi, inovasi serta temuan-temuan baru dalam rangka menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat

          Rasa Tanggung Jawab Kemasyarakatan dan Kebangsaan ialah suatu komitmen perjuangan politik dan intelektual terhadap kaum mustadh’afin hingga terciptanya masyarakat Indonesia yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera

  1. ASAS KEGIATAN

Asas kegiatan terdiri dari Asas Ketaqwaan, Asas Kemitraan, Asas Kebebasan Akademik, Asas Pengkaderan, Asas manfaat, Asas Musyawarah, Asas Kepercayaan, Asas Keterpaduan, Asas Dinamika Sosial, Asas Keterbukaan, Asas Otonom dan Asas komunitas.

Adapun yang dimaksud dengan :

           Asas Kemitraan ialah bahwa usaha mencapai tujuan dan pengembangan organisasi dilaksanakan secara bersama-sama antar civitas akademika dan pihak lain yang terkait.

           Asas Kebebasan Akademik ialah kebebasan yang dimiliki civitas akademika untuk bertanggung jawab dan mandiri dalam melaksanakan kegiatan akademika serta pengembangan intelektualitas dengan menggunakan sumber daya perguruan tinggi untuk kepentingan bersama.

           Asas Pengkaderan ialah bahwa untuk keberlangsungan organisasi dalam mencapai tujuannya diperlukan penanaman nilai-nilai dan pembentukan karakter anggota dan kader yang selaras dengan tujuan organisasi.

           Asas Manfaat ialah bahwa segala kegiatan dan usaha mahasiswa harus bermanfaat sebesar-besarnya untuk tercapainya tujuan kebijakan program BEM FEB UAD.

           Asas Musyawarah ialah penyelesaian masalah kemahasiswaan dan kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk mahasiswa diusahakan semaksimal mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat dan dengan proses  yang ilmiah (memiliki dasar pemikiran dan argumentasi yang jelas) serta bertanggung jawab.

           Asas Kepercayaan Pada Diri Sendiri  ialah keputusan dan kegiatan mahasiswa harus berdasarkan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri, bersendikan nilai-nilai keilmuan yang ada serta mempertimbangkan kepribadian bangsa Indonesia.

           Asas Keterpaduan ialah kegiatan kemahasiswaan merupakan suatu kegiatan terpadu antara pemikiran, aktivitas dan kreatifitas dalam rangka menunjang proses pendidikan dan tujuan yang dicita-citakan.

           Asas Dinamika Sosial ialah kegiatan mahasiswa mempunyai peranan dalam dinamika sosial; terutama yang berhubungan dengan pemerintah Indonesia maupun kelompok sosial lain, baik sebagai kelompok penekan (Pressure Group) maupun sebagai kekuatan moral (Morale Force).

           Asas Keterbukaan ialah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terbuka dan dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa.

           Asas Otonom ialah setiap kegiatan kemahasiswaan harus dilakukan dari, oleh dan untuk mahasiswa.

           Asas Komunitas adalah setiap kegiatan kemahasiswaan harus benar-benar ditujukan kepada kepentingan mahasiswa pada umumnya, bukan untuk pada kepentingan pribadi ataupun golongan tertentu.

           Asas ketaqwaan adalah bahwa pengembangan organisasi kemahasiswaan mengarah kepada terbentuknya mahasiswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

  1. WAWASAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
  2. Pengembangan organisasi kemahasiswaan harus mampu membentuk kepribadian yang luhur dan secara moral bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
  3. Pengembangan organisasi kemahasiswaan harus mampu dan sanggup mengembangkan kemampuan penalaran, kemampuan kreatifitas, kemampuan emosional dan kemampuan fisik sebagai wujud intelektualitas dan profesionalisme yang didukung oleh minat dan bakat mahasiswa.
  4. Pengembangan organisasi kemahasiswaan harus memupuk rasa kepedulian sosial, daya kritis transformatif dan pengabdian masyarakat
  5. Pengembangan organisasi harus memiliki ciri kegiatan yang terorganisir; mulai dari pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan maupun administrasi organisasi, serta mengupayakan minimalnya campur tangan dari pihak-pihak luar.

 

BAB III

POLA UMUM HALUAN KERJA BEM FEB UAD YOGYAKARTA

  1. PENDAHULUAN

Berdasarkan pola dasar kegiatan haluan kerja BEM FEB UAD, disusunlah pola umum haluan kerja BEM FEB UAD yang menjadi pengarah dalam melaksanakan setiap kebijakan program, dengan mempertimbangkan:

  1. Mahasiswa sebagai individu harus memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai perwujudan makhluk Allah.
  2. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat ilmiah memiliki peran dalam meningkatkan intelektualitas, kreatifitas, kebenaran, keadilan dan kejujuran ilmiah, kepribadian yang utuh serta memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tangguh.
  3. Mahasiswa FEB UAD sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia yang memiliki peran aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  4. Mahasiswa FEB sebagai bagian dari komunitas sosial memiliki tanggung jawab dalam menyelesaiakan permasalahan-permasalahan kemasyarakatan dan kebangsaan semaksimal mungkin.

 

  1. REALITAS OBJEKTIF

Kekuatan pengembangan kegiatan yang dimiliki mahasiswa UAD, merupakan modal dasar kegiatan BEM FEB UAD, yaitu:

  1. Adanya upaya-upaya pengkondisian untuk meningkatkan keimanan dan mewujudkan ketakwaan kepada Allah SWT merupakan tenaga penggerak yang tak ternilai harganya bagi peningkatan nilai-nilai intelektual di Perguruan Tinggi.
  2. Besarnya jumlah mahasiswa FEB yang berasal dari berbagai strata sosial, kemampuan dan latar belakang budaya yang beragam memungkinkan terpadunya potensi yang kons

Faktor-faktor dominan yang sebenarnya memiliki  potensi kekuatan,namun disisi lain dapat menjadi kelemahan apabila kita tidak mampu memanfaatkan dengan baik, meliputi:

  1. Banyaknya prodi di FEB, secara geografis kurang terintegrasi.
  2. Pilihan aktivitas bagi mahasiswa yang semakin bervariasi.

Namun demikian terdapat beberapa hambatan yang harus dihadapi dengan sikap taktis dan penuh pertimbangan, yakni kenyataan bahwa terdapat hal-hal berikut:

  1. Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap kehidupan kemahasiswaan, kampus dan masyarakat.
  2. Kuatnya arus kepentingan politik praktis yang mulai memasuki ranah kampus dan mahasiswa.
  3. Kurangnya apresiasi kampus terhadap kreatifitas mahasiswa.
  4. Minimnya kesadaran civitas akademika untuk berdialektika dalam ranah akademik-
  5. Kurangnya kesadaran civitas akademika terhadap aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kampus Universitas Ahmad Dahlan.
  6. Sistem pendidikan tinggi yang hanya meletakkan peserta didik sebagai obyek belaka;dari proyek industrialisasi dan komersialisasi pendidikan, dimana hal ini berpengaruh terhadap tidak adanya rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, serta minimnya pribadi berintelektual handal yang terlahir dari dunia pendidikan tinggi.
  7. Terancamnya masyarakat berekonomi rendah untuk mengenyam pendidikan dikarenakan adanya gejala komersialisasi di dunia pendidikan termasuk di UAD
  8. Penataan birokrasi kampus tidak berimbang dengan luasnya jaringan yang dimiliki.
  9. Kurangnya apresiasi kampus terhadap kreatifitas ORMAWA.

BAB IV

ARAH, PELAKSANAAN DAN EVALUASI KERJA BEM FEB UAD

          Kegiatan BEM FEB UAD harus diarahkan untuk penggalian potensi dan pengembangan nalar ilmiah mahasiswa FEB UAD dan digunakan sepenuhnya untuk pengabdian terhadap masyarakat. Hal tersebut dapat dicapai dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Bertujuan untuk membunuh kembangkan rasa keimanan dan ketaqwaan yang memiliki moral dan budi pekerti yang baik.
  2. Penalaran dan Keilmuan. Bertujuan untuk menumbuh-kembangkan daya kreatifitas yang tinggi, pola pikir yang sistematis, objektif, analitis, kritis serta memiliki kemampuan menejemen organisasi yang baik.
  3. Minat dan Bakat. Bertujuan untuk menumbuh-kembangkan kemampuan, prestasi dan apresiasi seni dan olah raga, serta kesehatan jasmani dan rohani guna memantapkan kepribadiannya.
  4. Upaya Perbaikan Kesejahteraan dan Advokasi Mahasiswa. Bertujuan untuk meningkatkan hubungan timbal balik yang selaras antar citivas akademika dan meningkatkan kesejahteraan material, spiritual dan produktifitas mahasiswa
  5. Pengabdian masyarakat. Merupakan tanggung jawab intelektual dan politis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan nasional kebangsaan dengan cara Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Usaha-usaha tersebut bertujuan menumbuhkembangkan rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, membentuk manusia yang Berakhlak mulia, berpengetahuan luas, bersemangat dalam pengembangan IPTEK, mandiri, disiplin, kerja keras, ulet, tangguh dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

 

BAB V

PENUTUP

          Pertumbuhan dan pengembangan organisasi kemahasiswaan akan berhasil bila mendapatkan dukungan dari seluruh mahasiswa. Dukungan dari mahasiswa akan besar jika pengembangan dan pertumbuhan organisasi kemahasiswaan mampu menangkap kepentingan dan kebutuhan mahasiswa. Semua itu dilakukan dalam rangka menyiapkan mahasiswa yang tangguh dan handal dalam berbagai situasi untuk menghadapi masa depan.

Berdasarkan Garis-garis Besar Haluan kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD diatas maka :

  1. Menegaskan kepada BEM FEB UAD untuk menjadikan ketetapan ini sebagai pedoman untuk mengembangkan dan melaksanakan organisasinya.
  2. Ketetapan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan pada Kongres Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universias Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 2017.