Diary kegiatan BAKSOS Fakultas Ekonomi di PONPES YATIM PIATU dan DHUAFA “DARUL FATIHAH”

Ditengah kesibukan sebagai seorang Mahasiswa, kita dituntut untuk selalu disiplin dalam membagi waktu di BANGKU perkuliahan dan organisasi.  Namun ketika dalam berorganisasi kita juga dituntut untuk ikut berpartisipasi dalam membuat sebuah kegiatan yang bisa mendidik dan menjadi panutan bagi orang lain. Bukan hanya didalam lingkungan kampus atau masyarakat mahasiswa saja tapi kita juga harus belajar dan peka juga terhadap lingkungan masyarkat diluar kampus. Salah satunya dengan mengadakan Bakti Sosial ke tempat yang membutuhkan bantuan sebagai wujud kepedulian kita bersama dalam membangun masyarakat yang saling tolong menolong, bahu-membahu satu dengan yang lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas ekonomi UAD di panti asuhan dan dhuafa Darul fatihah di kabupaten Bantul, Yogyakarta pada tanggal 04 Oktober 2015 yang bertemakan “meningkatkan Semangat BerwiraUsaha dengan berbagi dan Peduli”. Ini merupakan rangkaian kegiatan yang secara rutin selalu ada pada masa masing-masing periode BEM fakultas Ekonomi. Acara ini didukung oleh seluruh keluarga besar fakultas Ekonomi mulai dari Mahasiswa hingga dosen ikut berpartisipasi dalam menggalang dana untuk kegiatan baksos tersebut. Penggalangan dana sendiri dilakukan dari tanggal 28 september hingga tanggal 3 oktober.

Pondok Pesantren Yatim Piatu dan dhuafa Darul fatihah adalah pondok pesantern yang menampung anak-anak mulai dari usia SD hingga kuliah. Sungguh hal yang luar biasa karena ditengah mahalnya biaya pendidikan saat ini mereka mampu duduk dibangku kuliah sebanyak 3 orang putri semester 5 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bahkan ada salah satu anak asuh dari panti asuhan tersebut yang akan mengikuti tes di  fakultas kedokteran di UMY. Bahkan sekarang seperti yang dijelaskan oleh pimpinan pondok pesantern yatim piatu dan dhuafa darul fatihah yaitu bapak wijayanto bahwa panti asuhan darul fatihah akan membuat usaha sendiri sehingga panti asuhan tersebut lebih mandiri. Salah satu usaha tersebut adalah membuka pabrik produksi air mineral dikawasan bantul. Dana yang mereka punya tidak main yaitu Rp 500.000.000,- untuk membangun pabrik air mineral tersebut. Mereka telah dipercaya oleh donator untuk membangun sebuah pabrik yang kelak akan menjadi penopang pertumbuhan panti asuhan darul fatihah. Tidak hanya itu mereka juga sedang merintis usaha wakaf produktif. Yaitu dengan mengelola pertanahan 1 hektar yang kira-kira penghasilannya 7 ton setiap panen. Ini sungguh sungguh berbeda dengan dua tahun yang lalu ketika mahasiswa Fakultas Ekonomi mengadakan baksos di tempat tersebut, panti asuhan tersebut masih sangat ketinggalan.  Ini patut menjadi contoh bagi kita semua bahwa ketika kita mau berusaha dan berbuat baik dijalan Allah, membantu makhluk Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin. Hidup, mati, rezeki semua sudah diatur oleh Allah SWT. Tinggal bagaimana dari diri kita untuk selalu bertaqwa dan memohon perlindungan kepadanya. (/sohib)